FORMULA HARVARD UNTUK KONTRIBUSI HR

4+2 = a formula of “built to last company”

HBS professor Nitin Nohria along with William Joyce andBruce Roberson studied 160 companies to look for common management practices that succeed. 

 

Artikel ini berasal dari Harvard Business School yang terbit di tahun 2003, kebetulan baru aja dapat  dan menarik untuk di bahas di web ini mengingat formula kontribusi HR  kepada business tergambar dengan sangat jelas . 

Project Evergreen yang dilaksanakan ini berawal dari suatu pengamatan bahwa selama bertahun-tahun, berbagai macam ide dan metode manajemen silih berganti bermunculan, dan menjadi trend selama setahun penuh namun kemudian hilang di tahun berikutnya. Pertanyaannya adalah ” Yang mana yang sebenarnya paling effective ?” 

Pertanyaan itulah yang mendorong para profesor tersebut untuk melakukan analisa terhadap lebih dari 200 macam praktek manajemen di 160 perusahaan yang telah menerapkannya selama lebih dari 10 tahun. Wow….!

Hasil yang diperoleh dalam project tersebut cukup mengezutkan, sebagaimana disebutkan bahwa….

…..Most of the management tools and techniques we studied had no direct causal relationship to superior business performance. What does matter, it turns out, is having a strong grasp of the business basics. Without exception, companies that outperformed their industry peers excelled at what we call the four primary management practices—strategy, execution, culture, and structure. And they supplemented their great skill in those areas with a mastery of any two out of four secondary management practices—talent, innovation, leadership, and mergers and partnerships….

Maksud singkatnya adalah kebanyakan metode dan tool management yang ada tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja bisnis perusahaan. Yang lebih penting adalah memiliki pengaruh terhadap fondasi dasar bisnis perusahaan terkait. Mereka sangat yakin bahwa terdapat 4 praktek management utama yaitu strategi, eksekusi, budaya dan struktur, serta dilengkapi dengan penguasaan terhadap 2 dari 4 praktek manajemen tambahan, yaitu talent, inovasi, leadership dan merger/partnership…

Jadi 4 + 2 adalah :

  1. 4 (EMPAT)  PRAKTEK MANAJEMEN YANG WAJIB, yaitu
    • STRATEGI
    • EKSEKUSI
    • BUDAYA 
    • STRUKTUR
  2. Ditambah dengan penguasaan 2 (DUA) PRAKTEK MANAJEMEN TAMBAHAN, dari 4 alternatif :
    • TALENT, dan atau
    • LEADERSHIP, dan atau
    • INOVASI, dan atau
    • MERGER / PARTNERSHIP

Dalam project tersebut para profesor Harvard tersebut menemukan bahwa penerapan software ERP atau CRM system tidak mempengaruhi kinerja perusahaan, namun proses eksekusi / implementasi dari sistem tersebutlah  yang sangat menentukan peningkatan kinerja bisnis perusahaan.  Demikian pula hal yang sama pada kondisi penerapan sentralisasi atau desentralisasi menjadi tidak penting namun penyederhanaan struktur lah yang lebih menentukan kontribusi terhadap perbaikan kinerja.

Dengan formula 4 + 2 tersebut,  mereka menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang konsisten, sekali lagi KONSISTEN menjalankan formula tersebut memiliki peluang 90% mampu meraih dan mempertahankan kinerja bisnis yang superior!

Penelitian yang dilakukan adalah mengelompokkan 160 perusahaan tersebut ke dalam kelompok industri yang sejenis selama periode dari tahun 1986 hingga 1996 dengan tahun fiskal yang sama. Fenomena yang muncul dari hasil analisa adalah dibagi menjadi 4 kelompok yaitu:

  1. WINNER, yaitu perusahaan yang mencapai kinerja tertinggi dibandingkan industri sejenis selama periode tahun yang digunakan dalam penelitian tersebut di atas.
  2. LOSER, yaitu perusahaan yang konsisten memiliki kinerja rendah dibandingkan industri sejenis
  3. CLIMBER, yaitu perusahaan yang awalnya memiliki kinerja rendah, namun meningkat secara signifikan begitu menerapkan formula 4+2.
  4. TUMBLER, yaitu perusahaan yang pada awalnya menunjukkan kinerja yang bagus, namun akhirnya jauh menurun di akhir periode.

Selama lebih dari periode 10 tahun, investor di Winning-Company mendapatkan kenaikan investasinya sebesar 1o kali lipat, setara dengan TRS (total return to share-holder) sebesar 945%. Sebaliknya pada Loser-Company hanya senilai 62% selama periode yang sama.

Menarik bukan ?..  :D

Ke delapan metode managemen di atas bukanlah yang baru. Namun, proses penerapan dari formula di atas adalah tidak  sederhana dan tidak  mudah.  Membutuhkan kerja keras dan daya tahan yang luar biasa bagi top manajemen untuk tetap fokus kepada strategi (formula) di maksud dari tahun ke tahun. Mengingat pada umumnya top manajemen hanya concern pada revenue dan cost, tanpa mau terlibat secara langsung, komprehensif dan mendalam mengelola penyebab dari meningkatnya revenue dan munculnya cost di suatu perusahaan. Sebagaimana prinsip  dari Balance-Scorecard yang menyarankan manajemen agar lebih fokus mengendalikan LEADING FACTOR (sebab) digandingkan LAGGING FACTOR (akibat).

Dalam pengamatan peneliti Harvard tersebut, ternyata bahwa winning company sangat-sangat ketat dalam menerapkan 6 aspek tersebut (4+2=6), kegagalan dari satu aspek saja dapat berakibat fatal, yaitu menurunnya KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN.

 

IMPLEMENTASI 4+2 – PRAKTEK MANAGEMENT WAJIB 

Daripada sibuk mengidentifikasi metode dan praktek manajemen yang datang silih berganti dan ternyata tidak memiliki pengaruh signifikan, peneliti HArvard tersebut menyarakan suatu  DAFTAR BEHAVIOR/PERILAKU, yang mampu mendukung keberhasilan dari ke enam aspek tersebut di atas, yaitu:

  1.  STRATEGI, apapun strategi yang digunakan oleh perusahaan …“it will work if it is sharply defined, clearly communicated, and well understood by employees, customers, partners, and investors.
    • Build a strategy around a clear value proposition for the customer.
    • Develop strategy from the outside in, based on what your customers, partners, and investors have to say—and how they behave—not on gut feel or instinct.
    • Continually fine-tune your strategy based on changes in the marketplace—for example, a new technology, a social trend, a government regulation, or a competitor’s breakaway product.
    • Clearly communicate your strategy within the organization and to customers and other external stakeholders.
    • Keep focused. Grow your core business, and beware the unfamiliar.
  2. EKSEKUSI / IMPLEMENTASI, kembangkan dan pertahankan penerapan strategi sesempurna mungkin. Jelas anda tidak mungkin selalu memuaskan kastemer anda, namun jangan pernah buat kastemer kecewa!!!
    • Deliver products and services that consistently meet customers’ expectations.
    • Put decision-making authority close to the front lines so employees can react quickly to changing market conditions.
    • Constantly strive to eliminate all forms of excess and waste; improve productivity at a rate that is roughly twice the industry average. 
  3. BUDAYA, ada sebagian pandangan bahwa selama anda mampu membuat lingkungan kerja yang menyenangkan maka budaya perusahaan adalah baik. Namun, dari hasil pengamatan peneliti Harvard tersebut, menyimpulkan bahwa mempertahankan budaya yang berbasis kinerja tinggi lebih memberikan dampak positif bagi kinerja bisnis perusahaan. 
    • Inspire all managers and employees to do their best.
    • Empower employees and managers to make independent decisions and to find ways to improve operations—including their own.
    • Reward achievement with pay based on performance, but keep raising the performance bar.
    • Pay psychological rewards in addition to financial ones.
    • Create a challenging, satisfying work environment.
    • Establish and abide by clear company values.
  4. STRUKTUR, kebanyakan para top management menghabiskan waktunya untuk memikirkan mengenai bagaimana membuat / membagi struktur bisnisnya (apakah berdasarkan produk, wilayah, atau yang lainnya). Winning Company menunjukkan bahwa yang terpenting adalah bagaimana struktur yang dibuat dapat memangkas birokrasi dan menyederhanakan pekerjaan.
    • Simplify. Make your organization easy to work in and work with.
    • Promote cooperation and the exchange of information across the whole company.
    • Put your best people closest to the action.
    • Establish systems for the seamless sharing of knowledge.

 

IMPLEMENTASI 4+2 – PRAKTEK MANAGEMENT TAMBAHAN

  1.  Talent, Winners hold on to talented employees and develop more.
    • Fill mid- and high-level jobs with outstanding internal talent whenever possible.
    • Create and maintain top-of-the-line training and development programs.
    • Design jobs that will intrigue and challenge your best performers.
    • Keep senior management actively involved in the selection and development of people.
  2. Innovation, An agile company turns out innovative products and services and anticipates disruptive events in an industry rather than reacting when it may already be too late.
    • Relentlessly pursue disruptive technologies to develop innovative new products and services.
    • Don’t hesitate to cannibalize existing products.
    • Apply new technologies to enhance all operating processes, not just those dedicated to designing new products and services.
  3. Leadership, Choosing great chief executives can raise performance significantly.
    • Closely link the leadership team’s pay to its performance.
    • Encourage management to strengthen its connections with people at all levels of the company.
    • Inspire management to hone its capacity to spot opportunities and problems early.
    • Appoint a board of directors whose members have a substantial stake in the company’s success.
  4. Mergers and Partnerships, Internally generated growth is essential, but companies that can master mergers and acquisitions can also be winners.
    • Enter new businesses that leverage existing customer relationships and complement core strengths.
    • When partnering, move into new businesses that make the best use of both partners’ talents.
    • Develop a system for identifying, screening, and closing deals.

 

KESIMPULAN

Kesimpulan menariknya adalah coba kita perhatikan sama-sama ke 6 aspek kunci di atas. Hampir 85% adalah masuk dalam kerangka kerja bidang HR dan OD. Kecuali formulasi produk, services dan  merger / aqcuisition. Artinya, dengan menggunakan kalimat positif adalah BAIK TIDAKNYA KINERJA SUATU PERUSAHAAN TERGANTUNG DARI KINERJA HR DALAM MENGELOLA KE ENAM ASPEK DI ATAS (Formula 4+2).

Sangat mengezutkan…? ! Ya pasti.

Namun perlu di ingat bahwa fungsi HR adalah integrasi dari peran-peran top management, manager lini dan praktisi HR di persahaan di dalam menjalankan perannya di dalam pelaksanaan program HR tersebut.

Dari sudut pandang penulis, diperlukan beberapa persiapan bagi praktisi HR agar dapat menerapkan hal tersebut di atas di perusahaan masing-masing.

  1. Memahami praktek bisnis perusahaan dan “logika” pengelolaan keuangan perusahaan.
  2. Memahami dampak dan keterkaitan program HR terhadap revenue generation dan cost yang terjadi.
  3. Membangun kredibilitas HR yang peduli kepada kinerja perusahaan
  4. Menggunakan formula 4+2 sebagai kerangka dasar organisasi dan pedoman dalam penerapan program HR, sementara itu  segala macamnya HR Practices adalah tools semata. 
  5. Concern dan selalu mengacu pada bottom line perusahaan yaitu profit dan loss
  6. Mulailah menyusun program inisiatif yang mampu mendorong, memonitor dan memberikan evaluasi dari kinerja / aktualisasi dari 6 aspek di atas.

Ya, langkah ke 6 memang merupakan aggregate dari langkah-angkah sebelumnya sehingga pada saat langkah ke 6 dijalankan maka Strategic Partner to Business akan tercapai dengan sendiri selama kinerja bisnis perusahaan masuk dalam kategori Winning atau Tumbler Company.

Salam,

Admin HRGlobal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2 Responses to “FORMULA HARVARD UNTUK KONTRIBUSI HR”

RSS Feed for HR GLOBAL HERE – Life is spreading goodness Comments RSS Feed

mas deni, terima kasih untuk sharing artikel ini. good job.

Sama-sama mas …


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: