11 Habits of the Worst Boss – Dont try this at home!

 

Adaptasi dari tulisan oleh David Silvermanbrand-critic

1. Change your mind – Rubahlah opini setiap saat.

Rubahlah opini anda beberapa kali dalam sehari.  Pada saat anda mengevaluasi laporan bawahan anda, PASTIKAN anda berikan rekomendasi yang bertentangan dengan rekomendasi anda sebelumnya. Biarkan bawahan anda menebak-nebak, hal itu akan membuat mereka selalu waspada.

2. Be sure your employees don’t know what’s important to you.

Anda selalu menginginkan hasil pekerjaan yang terbaik. Anda tidak menginginkan bawahan anda mengambil jalan pintas disebabkan adanya hal yang kurang penting. Semuanya adalah penting. Pertahankan selalu seperti itu. 

3. If you don’t like it, you don’t like it.

Anda tidak perlu memberikan penjelasan. Bawahan anda hanya perlu membuat menjadi lebih baik.  Jika anda memberikan terlalu banyak arahan, bagaimana mereka akan belajar? Contoh: Katakan pada anak buah anda seperti ini:“Saya tidak mengerti dengan apa yang anda maksudkan, pokoknya buat lebih bagus lagi.”

4. Bring your employees along to all your meetings. But don’t let them speak.

Tanpa berpendapat, yang mereka perlukan hanya mendengarkan. Mereka akan dapat mengingat apapun yang anda lupakan dari rapat tersebut.

5. Thank your employees — but only for efforts below their skill level.

“Terima kasih telah datang terlambat hari ini”. “Laporan anda bagus sekali di kertas yang mahal ini.”

6. Schedule weekly “all hands” meetings that require half the employees to travel (to you, of course). 

Agenda rapat: Perintahkan semua staf anda membawa semua informasi / laporan  yang telah mereka kirimkan melalui email beberapa hari sebelumnya, tapi anda sibuk dan tidak punya waktu untuk membacanya. Tidak perlu anda sampaikan informasi-informasi terbaru.

7. Ask your tech savvy employees to take time from their projects to set up your home computer,

Idealnya, permintaan anda termasuk memperbaiki iPods anak anda yang rusak.

8. Agree to deadlines and then accelerate them.

Tanyakanlah dengan suara keras dari pintu ruangan, jika jam sudah menunjukkan 5 menit sebelum usai. Katakan sebagai berikut: “Saya akan ada dikantor sampai malam, jika kamu ingin menyelesaikannya sesegera mungkin”

9. Jadwalkan pertemuan yang sangat penting beberapa sebelum libur hari raya.

Undang beberapa staf secara random dari seluruh cabang yang ada di luar kota. Datanglah terlambat dan putuskan bahwa semua “masalah” harus selesai 1 hari setelah tangal masuk kembali.

10. Kirim email jam 02:00 pagi di hari libur. Tandailah pesan anda sebagai URGENT!

11. Berhati-hatilah, jangan sampai terjebak pada target pribadi bawahan anda.

Jika anda terlalu mendukung pengembangan karir dan kompetensi bawahan anda, mereka akan segera pindah ke perusahaan lain. Dan  ini tidak menguntungkan bagi manajemen.

 

😀 Bagaimana dengan pengalaman anda ? Silahkan ceritakan  pengalaman pribadi anda jika anda pernah mengalaminya.

Salam

Admin 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2 Responses to “11 Habits of the Worst Boss – Dont try this at home!”

RSS Feed for HR GLOBAL HERE – Life is spreading goodness Comments RSS Feed

Ha ha ha … satirical funny , beberapa mirip dengan self experience

Mas Indra, betul yag anda sampaikan. Dari yang saya alami dan saksikan sendiri, hal tersebut di atas merupakan hal-hal yng banyak dilakukan oleh para Leader di suatu Organisasi.
Nah, kebanyakan Leadership training tidak menyentuh sampai aspek sebagaimana pola perilaku di atas. Sehingga secara konsep, banyak Leader yang paham Leadership namun secara PERILAKU jauh dari konsep yang dipahami.
Karena untuk mengubah Perilaku butuh lebih dari sekedar training inclass 3 hari ataupun 1 minggu. Karena mengubah pola kebiasaan / perilaku seseorang, perlu effort yang luar biasa, inilah yang menyebabkan metode In Class menjadi tidak effektif untuk perubahan perilaku.

Salam


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: